Rabu, 12 Mei 2010

Berita Kolom


“Cewek 3B; Representasi Gaya Hidup Konsumtif”

Julukan “Cewek 3B” layaknya memang pantas ditujukan bagi mereka cewek-cewek yang memiliki style atau gaya gigi berberhel, berHP Blackberry, dan model rambut belah tengah,. Entah apa yang mendasari mereka untuk berpenampilan 3B(Behel, Blackberry, Belah tengah) yang jelas hampir seluruh wanita di Indonesia, baik itu remaja dewasa bahkan orang tuapun saat ini terkena syndrome “cewek 3B”. Bahkan sepertinya ada anggapan masyarakat yang mengatakan bhawa cewek yang paling gaul dan up to date adalah mereka yang disebut cewek 3B. Paradigma inilah yang kemudian menciptakan pola konsumtif pada para wanita.

Behel, behel yang tadinya berfungsi sebagai alat untuk merapikan gigi, beralih fungsi menjadi trand gaya dan fashion. Padahal harga untuk pemasangan kawat gigi atau behel itu tidaklah murah. Belum lagi untuk biaya perawatanya, yang satu bulannya bisa mencapai Rp200.000, 00 hingga Rp400.000, 00. Sepertinya agar image cewek cantik dan modis melekat pada diri mereka, mereka memaksakan diri untuk memakai behel, walaupun sebenarnya gigi mereka sudah bagus dan rapi.

Blackberry, kehadiran handpdone Blackberry super canggih yang saat ini sedang booming, juga ikut menghipnotis masyarakat tak terkecuali perempuan-perempuan Indonesia. Semua orang merasa bangga jika bisa memiliki Blackberry, terlebih jika ia bisa memakainya untuk up date status pada situs jejaring social seperti facebook, twitter my space dll. “ Up date status for Blackberry”. Sepertinya para pemilik Blackberry ini menggunakannya sebagai ajang pamer dan sebagai tempat di mana seseorang bisa menunjukkan status sosisalnya kepada khalayak.

Belah tengah , model rambut seperti ini nampaknya dijadikan pelengkap bagi cewek-cewek pengguna behel dan blackberry, yang akan menjadi lebih lengkap untuk disebut “cewek 3B (Behel, Blackberry, Belah tengah). Tak heran jika seringkali kita lihat banyak cewek-cewek yang rambutnya belah tengah, padalahal model rambut seperti itu tidak cocok digunakan untuk mereka.

Jika dilihat tiga criteria dari cewek 3B, sepertinya hanya orang—orang kaya, kelas menengah ke atas saja yang mampu memenuhi criteria tersebut yaitu, bergigi behel, dan berHP blackberry dan rambut bergaya belah tengah. Kenyataanya hampir sebagian besar wanita Indonesia terjebak dalam suatu mindstream, yaitu berlomba-lomba untuk menjadi cewek gaul yaitu dengan menjadi cewek 3B, yang menurut mereka “cewek 3B” adalah cewek gaul yang tajir, cantik, modis da up to date. Segala cara mereka lakukan untuk mendapatkan predikat “Cewek 3B”. Pola hidup konsumtif akhirnya dipakai oleh mereka untuk menunujukkan bahwa mereka adalah cewek-cewek tajir, cantik, dan modis tanpa memperhatikan apakah itu perlu dan pantas untuk mereka kenakan???

(Saras Putri Utami-153080055)

Berita Kolom

TRI HITAYATI (153080144)

Motif Bunga, Tren 2010


BERBAGAI gaun, blus, rok, dan cardigan bermotif bunga siap menyemarakkan gaya para fashionista di hari-hari yang cerah, motif bunga atau flora pada busana banyak menyajikan bentuk bunga ukuran kecil. Tapi kini, didominasi bunga-bunga dalam ukuran besar. Sentuhan abstrak atau grafis menjadi salah satu kunci motif bunga berkesan masa kini. Tampilan semi formal atau kasual di siang hari atau sore hari akan terlihat cantik dengan permainan motif bunga. Meski motif bunga bukan motif baru untuk baju wanita, tapi perubahan cuaca belakangan membuat motif ini marak kembali. Uniknya, baju bermotif bunga yang stylish tak hanya membuat pemakainya lebih ringan, tapi nuansa ceria dan riang bakal terdongkrak dalam pandangan orang.

Memakai gaun bermotif bunga tampak menyenangkan dan genit sehingga dapat membuat seorang wanita menampilkan sisi femininnya. Motif bunga lebih mudah menarik perhatian daripada yang anda pikirkan. Meski begitu, tentu Anda tak akan tampak sesempurna. Tapi saran kami adalah menambahkan beberapa aksesori menyenangkan untuk tidak menampilkan secara penuh semua kekuatan bunga itu.

Hati-hati dalam memilih motif bunga. Jika Anda ingin terkesan elegan namun ringan dan feminin, pilih motif bunga yang tidak terlalu penuh. Hati-hati juga dalam pemilihan ukuran dari motif floral. Untuk Anda yang bertubuh kurus, pilihlah motif bunga besar-besar, sebaliknya bagi yang bertubuh besar, disarankan memilih motif bunga kecil-kecil dan sederhana. Motif bunga yang cantik dan cerah memang menjadi favorit karena dipercaya ampuh meningkatkan mood dan membuat orang menjadi lebih bersemangat, membawakan perubahan dari warna-warna musim dingin yang gelap dan membosankan.

Selasa, 11 Mei 2010

Penulisan Kolom

Lindungi TKI

Saat ini bukanlah zaman sebelum R.A Kartini, dimana dulu kaum wanita merasa tertindas karena tidak memiliki kebebasan dalam berbuat serta bertindak. Mereka hanya bisa menjadi wanita yang pasif yang tidak memiliki kebebasan untuk berkreasi. Padahal, antara pria dan wanita memiliki hak yang sama untuk mendapat perlakuan dan kedudukan yang sejajar.

Namun yang terjadi sekarang, banyak sekali para wanita yang kerap kali mendapat perlakuan tidak wajar dari orang-orang yang memiliki kekuasaan. Seperti para tenaga kerja Indonesia (TKI), dimana mereka meninggalkan Negaranya sendiri serta jauh dari keluarga dan sanak saudara dan mencoba mencari nafkah demi keluarganya di Negara orang, dengan harapan mereka mampu mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat menghasilkan uang. Akan tetapi apa yang terjadi? Mereka justru mendapat kesengsaraan tiada henti dari orang-orang yang tidak manusiawi. Mereka yang memiliki kekuasaan, bertindak semena-mena terhadap orang yang dipekerjakannya.

Para TKI yang umumnya didominasi oleh kaum wanita, seringkali mendapat perlakuan kekerasan oleh majikannya. Berbagai macam bentuk kekerasan yang dilakukan oleh para majikan. Bahkan ada beberapa yang hampir merenggut nyawa dari para TKI. Hal semacam ini tidak bisa dibiarkan, karena akan merusak citra para kaum wanita yang selalu tertindas sebab mereka dianggap lemah.

Dalam hal ini, TKI seharusnya mendapat perlindungan dari pemerintah, dimana pemerintah melakukan pembelaan terhadap warganya yang menjadi korban kekerasan. Mereka para TKI memiliki hak untuk dilindungi oleh Negaranya. Pemerintah hendaknya bertindak tegas untuk menangani masalah ini. Apabila pemerintah sendiri tidak menghiraukan masalah pelecehan terhadap para pekerja wanita Indonesia, maka pemerintah akan di cap gagal dalam melindungi hak warganya. Karena wanita sangat perlu mendapat perhatian dan perlakuan yang khusus. Wanita bukanlah benda mati yang tidak memiliki perasaan, namun mereka memiliki hati nurani. Mereka juga memiliki kesetaraan kedudukan dengan kaum pria. Mereka juga butuh diperjuangkan haknya, dan jangan biarkan wanita tertindas. (Dwi Ariani: 153 080 198)

Rabu, 05 Mei 2010

Feature

Si Bakul Gendong Mbah Surip

Yogyakarta: Setiap jinjingannya sangat berarti. Karena dari jinjingannya itulah mbah Surip menghidupi cucunya yang semata wayang. Tak hanya karena ingin mendapatkan uang, mbah Surip pun ikhlas menolong orang untuk dibawakan barang-barangnya.

Pasar Beringharjo yang selalu dipadati oleh para pengunjung, membuat mbah Surip tak pernah patah semangat untuk mencari nafkah guna menghidupi cucunya seorang yang sudah lama ditinggal pergi oleh orang tuanya. Dari pukul 6 pagi, mbah yang berusia 72 tahun ini sudah bertengger di anak tangga pasar Beringharjo. Sembari melontarkan senyuman ia pun menawarkan bantuan berupa tenaga yang ia miliki untuk membawakan barang-barang belanjaan pengunjung pasar Beringharjo. Ia pun tak pernah mematok harga untuk setiap barang yang dipikulnya.

Dengan kondisi tubuh yang selayaknya beristirahat karena usia yang sudah tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan seperti ini, namun mbah Surip tetap senang melakukannya dan ia terlihat senang jika dapat membantu orang lain. Raut muka yang sudah keriput, nafasnya yang terengah-engah ketika membawakan barang-barang, mbah Surip selalu tersenyum menjalani pekerjaannya ini. Saya sangat senang jika dapat menghidupi cucu saya sendirian dan saya juga dapat menolong orang lain untuk membawakan belanjaannya, ujar mbah Surip seraya mengusap keringat yang mulai menetes dari dahinya karena siang itu pun matahari sangat menyengat.(Dwi Ariani, 153 080 198)

Senin, 03 Mei 2010

Tugas Individu Feature (Christina Natalia / 153080104/F)

Warna dan Rasa yang Manis di Malioboro

Jogjakarta, Srikandi Ayu, Tangan yang keriput dan tubuh yang mulai renta itu dengan sabar menjajakan arum manis yang berwarna-warni di pinggiran toko Malioboro.

Sejak pukul 14.30, Pak Saeto (44 tahun), sudah menempatkan arum manis jualannya di ujung toko dekat perbatasan antara Malioboro dengan Benteng Vrederburg. Dengan berbekal pikulan kayu dan sebotol air minum, Pak Saeto menjajakan jualannya kepada orang-orang yang berlalu lalang di depannya. Pekerjaaan ini sudah dilakoninya selama 3 tahun untuk menghidupi istri dan 3 anaknya yang masih sekolah.

Sebelum berjualan arum manis, Pak Saeto berjualan bolang-baling di daerah rumahnya Wonosari bersama sang istri. Karena penghasilan dari berjualan bolang-baling dirasa kurang, Pak Saeto merantau ke Jogjakarta dan mendapat pekerjaan sebagai penjual arum manis yang berpusat di Umbulharjo. Demi kebutuhan keluarganya, Pak Saeto rela hidup berjauhan dengan keluarganya dan tinggal di rumah pemilik usaha arum manis yang dijualnya.

Sehari-harinya Pak Saeto membawa 25 buah arum manis, dan selesai berjualan beliau harus menyetor Rp 32.500,00 kepada pemiliknya. Diakuinya keuntungan dari berjualan arum manis lebih besar daripada berjualan bolang-baling. Karenanya sampai saat ini beliau masih terus menekuni usaha itu demi kehidupan keluarganya dan supaya 3 orang anaknya tidak putus sekolah.