Selasa, 25 Mei 2010

Tajuk Rencana

Terorisme Harus Diakhiri

Berkeliarannya para terorisme, membuat bangsa ini resah dan menjadikan bangsa ini buruk di mata dunia. Kapan semua itu akan sirna?


Bangsa yang dikenal dengan keramahannya ini, berubah menjadi bangsa yang ditakuti karena terorisme yang kian menjamur. Kasus yang dimulai pada pengeboman di Bali, tepatnya pada tanggal 12 Oktober 2002 di kota kecamatan Kuta di pulau Bali yang mengakibatkan 202 orang tewas, kemudian di depan Kedutaan Besar Australia di kawasan Kuningan, Jakarta pada tanggal 9 September 2004 dan terjadi lagi di Bali pada 1 Oktober 2005 dimana terjadi tiga pengeboman, satu di Kuta dan dua di Jimbaran dengan sedikitnya 23 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka. Hal tersebut tentu membuat bangsa ini terpuruk, terutama masyarakat Bali yang berlokasi di daerah tempat terjadinya bom tersebut. Peristiwa ini tentu menimbulkan kerugian yang sangat besar. Akan tetapi hal yang paling mendalam adalah trauma yang dialami bangsa Indonesia, karena sangat sulit untuk dihilangkan dan membutuhkan waktu lama untuk memulihkan keadaan seperti semula.

Terorisme yang tak pernah diduga keberadaannya, memang selalu meresahkan masyarakat. Mereka melakukan aksinya tanpa memperdulikan orang yang akan menjadi korban. Yang ada dipikiran mereka adalah hanya melaksanakan misi yang telah mereka rencanakan. Dan warga negara asing yang menjadi tujuan utama mereka.

Saat ini, terorisme kembali bermunculan. Tidak hanya disatu tempat, melainkan diberbagai daerah yang terpencil sekalipun. Pemerintah akhir-akhir ini telah melakukan aksinya dengan mengerahkan pihak kepolisian untuk menyelidiki di masing-masing daerah, seperti yang telah dilakukannya razia KTP di perbatasan daerah yang memungkinkan para terorisme berkeliaran dan berpindah tempat.

Dalam menangani masalah ini, kelihatannya pemerintah kurang professional dalam menentukan sikapnya. Seperti yang terjadi pada beberapa bulan terakhir, dalam hal ini pihak kepolisian, seringkali melakukan penyergapan kepada para pelaku terorisme. Namun yang sangat disayangkan, penyergapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian ini cenderung tergesa-gesa, karena dilihat dari cara penyergapannya dan langsung dilakukannya penembakan kepada para pelaku yang diduga teroris.

Hal ini seharusnya tidak dilakukan. Para pelaku teroris sebaiknya ditangkap tanpa harus dilakukannya penembakan, jika situasi pada saat penangkapan memungkinkan. Yang jelas jangan sampai menembak mati para pelaku teroris, karena jika para teroris ditangkap dalam keadaan masih utuh dan hidup kemungkinan pihak kepolisian bisa mengusut sampai ke akar permasalahan dan mencari link para pelaku teroris lainnya. Dan apabila penangkapan yang dilakukan ternyata salah tidak merugikan korban tersebut dan keluarga mereka tentunya. (Dwi Ariani, 153 080 198)




Minggu, 23 Mei 2010

Tajuk Rencana

Teroris manfaatkan berbagai celah

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri belakangan ini berhasil menangkap hidup dan mati kelompok teroris generasi baru, di Cawang, Jakarta, Cikampek, Jabar dan Sukoharjo, Jateng.

Sebelumnya aparat berhasil melumpuhkan tokoh-tokoh teroris seperti Azhari, Noordin M Top, dan Dul Matin. Namun, tertangkapnya gembong teroris tersebut tidak serta-merta perburuan terhadap pelaku teroris lainnya berhenti.

Memburu pelaku teroris yang belum tertangkap (daftar pencarian orang) masih terus dilakukan, dan ini menjadi pekerjaan utama bagi aparat intelijen. Karena itu, mereka yang belum tertangkap dan masih bebas berkeliaran akan terus merekrut pelaku bom bunuh diri,untuk dijadikan martir. Memang, aksi terorisme ini tidak ada yang bisa menduga kapan akan terjadi. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu aturan/perundang-undangan yang bisa mencegah dan membasmi aksi-aksi tersebutnya.

Akibat tidak adanya UU inilah dimanfaatkan oleh teroris untuk terus bisa 'bermain' dengan leluasa di Indonesia. Jika hal ini terus dibiarkan (tidak ada UU untuk menangkalnya), diperkirakan Negara Indonesia akan porakporanda oleh aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompok terorisme. Hal ini sangat dibutuhkan oleh aparat intelijen untuk mendukung tugas-tuganya. Namun, yang terjadi saat ini adalah banyak kalangan yang phobia terhadap UU intelijen. Padahal, jika UU sudah diberlakukan maka aksi-aksi terorisme bisa ditangkal.

Perang melawan terorisme adalah point of no return dan harus segera dilakukan, hal tersebut merupakan tantangan dan amanah yang harus dikerjakan oleh siapa pun juga terutama aparat intelijen sebagai 'mata dan telinga' negara. (Tri Hitayati/153080144)

Rabu, 19 Mei 2010

OPINI- MAHALNYA BIAYA MASUK KE PERGURUAN TINGGI SWASTA


YOGYAKARTA- Sekarang ini pendidikan di Indonesia cukup mahal. Berbagai perguruan tinggi swasta saling bersaing untuk menarik calaon mahasiswa. Sekarang biaya masuk ke perguruan tinggi sangat mahal. Sehingga menimbukan polemic dimasyarakat. Bagi masyarakat yang kurang mampu, yang ingin menyekolahkan anaknya tentu akan berfikir ulang untuk memasukkan anaknya ke perguruan tinggi swasta. Hal ini lah yang menyebabkan sumber daya manusia di Indonesia kurang berkembang. Memiliki potensi sumber daya manusia yang besar tetapi terhambat oleh mahalnya pendidikaan.

Saat ini untuk masuk ke perguruan tinggi diperlukan biaya lebih dari 10 juta untuk sekali masuk. itu pun belum ditambah biaya lain. Banyak PTS menyaring calon mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi menggunakan berbagai jalur pendaftaran. Baik secara on line atau pun manual. Banyaknya jalur pendaftaran yang dibuka namun belum tentu lulus tes. Padahal biaya pendaftaran saat ini sekitar 120 ribu sampai 175 ribu. Lebih ironisnya lagi, disalah satu perguruan tinggi swasta di Jogja ada oknum pegawai yang menjual satu jawaban soal dengan harga 500 ribu per soal. Menawarkan kepada calon mahasiswa yang tidak lolos tes. Hal inilah yang menyebabkan citra pendidikan di Indonesia buruk.

Memang perlu diakui biaya untuk masuk ke perguruan tinggi swasta sangat mahal jika dibandingkan masuk di perguruan tinggi negeri. Karena mahalnya biaya banyak orang tua yang menyarankan anaknya masuk ke perguruan tinggi negeri dibandingkan perguruan tinggi swasta yang membutuhkan biaya yang sangat besar.

Alternative solusi

Untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, tentunya harus berfikir untuk mencari universitas yang terbaik. Mencari perguruan tinggi yang memiliki kwalitas dan mutu pendidikan yang bagus. Beberapa langkah yang dapat ditempuh misalnya seperti survey atau browsing tentang suatu PTS atau PTN di Internet, pilih universitas yang memiliki jurusan yang diminati.

Jika ingin masuk ke perguruan tinggi negeri persiapkanlah diri untuk meghadapi persaingan yang sangat ketat, karena saat ini PTN masih banyak diminati banyak orang dibandingkan dengan PTN karena biayanya lebih murah daripada PTS. Selain itu jika tidak diterima di PTN, pilihlah PTS yang memiliki kwalitas pendidikan yang bermutu baik. Saat ini persaingan sangat ketat, di dunia pendidikan sebuah universitas/ perguruan tinggi bukan lagi ajang untuk menunjukan prestise seseorang tetapi gunakanlah untuk menuntut ilmu sebaik mungkin.

(ENDAH SETIYANINGRUM/153080077/F)

Kolom (endah setiyaningrum/153080077)

KARTINI MODERN DI INDONESIA

SRIKANDI AYU-Di era modern saat ini perbedaan gender bukan menjadi masalah lagi. Perbedaan antara laki-laki dan wanita sudah tidak dibedakan lagi. Zaman Raden Ajeng Kartini, dulu perempuan tidak boleh sekolah hanya boleh melayani suami, masak dan mengurus anak di rumah. Tetapi saat ini hal tersebut tidak berlaku lagi setelah ada emansipasi wanita. Yaitu hak kaum wanita sama dengan hak kaum laki-laki. Bias gender pun sudah tidak berlaku dimasyarakat.
Saat ini banyak muncul kartini-kartini modern yang memperjuangkan hak wanita . Misalnya saja di Jakarta supir busway pun sekarang ada yang wanita. Mereka merasa tidak canggung dengan profesi mereka sebagai supir walaupun mereka perempuan. Jika ada event-event tertentu para supir busway tersebut memakai kostum ala kartini yang menunjukan bahwa perempuan juga bisa bekerja seperti laki-laki. Selain itu dikursi DPR atau MPR, sudah banyak wanita-wanita yang memiliki jabatan penting di pemerintahan. Kaum laki-laki sudah tidak mendominasi kursi pemerintahan lagi. Kaum wanita pun sudah mampu bersaing di kursi pemerintahan. Misalnya saja mentri keuangan Sri Mulyani dan mentri kesehatan Endang.
Hal inilah yang menunjukan bahwa perempuan/ wanita saat ini hebat-hebat. Mampu bersaing dengan kaum laki-laki. Indonesia pun pernah dipimpin oleh seorang kartini yaitu Megawati Soekarno Putri. Dimata masyarakat, perbedaan gender antara wanita dan laki-laki sudah tidak dipermasalahkan lagi. Kaum wanita sudah mampu bersaing dengan kaum laki-laki di dunia kerja. Inilah salah satu bentu perjuangan kartini modern di Indonesia.(Endah setiyaningrum/153080077)

OPINI

Jus Orange untuk Diet

YOGYAKARTA –Diet, ideal dan langsing adalah impian hampir setiap wanita didunia ini, khususnya untuk para wanita yang mencintai tubuh indahnya.

Diet adalah salah satu cara populer untuk menurunkan berat badan kita, terlebih lagi biasanya sering dilakukan oleh wanita yang dimana notabenenya memiliki berat badan yang lebih sensitif untuk cenderung cepat naik dibandingkan dengan para pria. Diet sendiri banyak jenisnya, dari jenis diet yang ekstrim (yang mungkin dapat membahayakan kesehatan tubuh hingga diet yang paling sederhana dan paling dianjurkan yaitu menjaga pola asupan makan dengan makan secukupnya (tidak berlebihan) dalam kehidupan sehari-hari. Bagi yang tidak ingin mengambil resiko dan menghindari jenis diet yang berbahaya seperti mengkonsumsi pil atau obat kimiawi, maka langsing sehatdengan cara herbal seperti mengkonsumsi jus orange secara teratur adalah salah satu alternatif pilihan yang dianjurkan.

Kenapa dengan jus orange dipercaya dapat membantu memangkas berat badan? Menurut saya utamanya adalah dikarenakan jenis buah-buahan yang mengandung rasa tajam seperti asam dapat menjaga bentuk tubuh tetap langsing, dan dapat memberikan vitamin yang sangat menyehatkan badan.Para peniliti juga percaya bahwa dengan mengkonsumsi jus orange secara teratur maka juga dapat membantu menghancurkan lemak yang biasanya terakumulasi didaerah pinggang tubuh kita, yang biasanya sebagai akibat dari kinerja sel-sel adipocytess.Pada jus orange, seperti buah jeruk mengandung kadar anthocyanin yang cukup tinggi, dan zat ini adalah dipercaya sebagai faktor utama yang memiliki andil besar dalam mengendalikan kadar lemak di dalam tubuh. Anthocyanin juga dipercaya dapat memperkuat antibody tubuh sehingga membantu dan membuat tubuh lebih kuat dalam melawan penyakit.

Jadi kesimpulannya, jus orange sangat baik di gunakan pada saat ingin melakukan diet. Jangan diet dengan cara yang berlebihan, diet yang dianjurkan sangatlah sederhana yaitu dengan hanya memperhatikan pola makan kita sehari-hari dengan benar. Atau jika tidak mau repot, mungkin cukup melakukan diet dengan makan secukupnya, dan jangan sampai kita kelaparan. (Tri Hitayati/153080144)